13/02/2015
SIPOHOLON- Terkait pemberitaan maraknya peredaran judi togel dan mesin judi jackpot di Sandaran, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing berjanji polisi segera mengecek ke lapangan.
”Saya baru dengar kabar ini. Kami mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh masyarakat. Kami akan tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi,” ujar Baringbing kepada PALAPA POS, Kamis (12/2).
Ia menegaskan, saat ini Polres Taput tidak main-main dengan judi dan berkomitmen memberantasnya. ”Jika memang kita temukan permainan judi jackpot dan togel di lokasi tersebut akan kita lakukan penangkapan dan penyitaan mesin.”
Peredaran judi togel dan jackpot di Desa Sandaran, Sipoholon, terkuat berkat informasi dari masyarakat. Lokasi permainan judi yang dilarang itu lebih kurang tujuh kilometer dari lokasi pemandian Aek Rangat (air panas) Sipoholon.
Salah seorang warga Sandaran bermarga Manalu yang turun ke Tarutung sengaja menemui wartawan, Senin (9/2). Lelaki itu mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya judi di lingkungan Sandaran.Menurut dia, masyarakat merasakan betul dampak dari kehadiran meja biliar, jackpot serta togel yang terkesan bebas. Adapun yang dirasakan, tidak jarang ternak masyarakat hilang, kemungkinan dijual dan uangnya digunakan untuk bermain biliar dan jackpot serta membeli togel.
Selain itu, bila musim panen tanaman cabai, pemiliknya kerap kehilangan cabai. Bukan tidak mungkin pelakunya anggota keluarga sendiri (anak-anak muda) yang kerap bermain biliar dan jackpot .
Melihat bebasnya permainan judi di Sandaran, ia menduga sarana meja biliar dan jackpot tersebut bukan milik warga setempat, tetapi didatangkan oknum-oknum tertentu dari luar Sandaran dan ditempatkan di kedai kopi milik warga setempat.
Manalu meyakinkan wartawan, pada hari Sabtu dan hari Minggu kegiatan judi itu sangat marak.
”Silakan ke sana,” katanya. ( als )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar